Memuat...

Minggu, 03 Maret 2013

Tak Sesingkat Apa Yang Kita Ingat.



Pernah mencari seseorang dan tahu di mana keberadaannya? Semisal ketika kita sedang Miss Communication. Tanpa banyak berfikir tiba-tiba kita langsung menuju ke suatu tempat dan Eureka! Kita benar-benar menemukannya di sana. Dulu Yahoo!! Sekarang sudah zamannya Google. Penggunaan kata Eureka barangkali lebih tepat daripada tambah memicu persaingan antara keduanya. Apasih!!!

Feeling? Klise dengernya, tapi dari situlah asalnya. “Kok tahu Saya di sini?” Retoris juga pertanyaannya, tapi memang semua itu tak bisa kita hindari di kehidupan sehari-hari, dengan catatan kaki : Sudah mengenal satu sama lain, sering ngobrol, jalan bareng, ngopi bareng, curhat bareng dan kebarengan-kebarengan yang lain.

Selasa, 26 Februari 2013

Bagaimana Kalau Endingnya "Pada Suatu Hari.."



Akhirnya Ending itu benar-benar tertebak, akhirnya cerita yang sudah dinikmati selama kurang lebih dua jam hanya menyisakan adegan-adegan yang dramatis, tragis, romantis dan sebagainya. Akhiranya layar tertutup, penonton berdiri, melangkah, berjalan meninggalkan area dan tenggelam dalam pikirannya masing-masing.

Senin, 04 Februari 2013

What A Beautiful Mind?




Beberapa orang yang suka menulis pasti mencurahkan isi tulisannya berdasarkan pengalaman pribadi, sebenarnya itu sudah menjadi hal yang lumrah bagi penulis tersebut untuk berbagi pengalaman atau cerita-cerita yang telah dialaminya.

Lantas, adakah seorang penulis yang samasekali tak pernah menulis pengalaman tentang dirinya di buku atau pada puisi-puisinya atau tulisan-tulisan lainnya?

Saya sendiri sangsi akan hal itu. Minimal ia pasti pernah mencurahkan isi hatinya pada puisi yang ditulis atau menjadi salah satu karakter di novelnya. Mungkin kalau ada seseorang yang suka menulis tetapi tak pernah menuliskan pengalamannya sendiri  bisa dikatakan sangat sedikit perbandingannya dari yang ada. 

Jumat, 18 Januari 2013

Karena Kita Adalah Pertanyaan




Membaca karya tulisan orang yang sama bisa jadi memberikan dorongan yang berbeda terhadap diri kita atau bahkan pola pikir yang kita anggap menyerupai. Beberapa dari penulis yang saya baca karya-karyanya, sampai sekarang, sampai saya hapal dan terasa benar-benar terasuki oleh karakter yang dibuat, gaya hidup, cara berfikir dan bertindak seolah memang benar seperti, wah ini menginspirasi. Tanda lainnya bahwa ini yang mengiringi hidup kita.

Sudah Waktunya...



Bebatuan yang mendengar nyanyian angin bercerita.
Pasir pantai yang menikmati tarian ombak berkata.
Semua tentang kehidupan, misteri Tuhan yang harus ditaklukkan.

Kita selalu singgah pada waktu yang membuat gerutu atau gurauan di sudut-sudut kesepian.

Padahal...
Banyak hal yang masih tertinggal di saat kita singgah.
Perihal cerita lalu di balik asap-asap cerutu.
Apakah sebenarnya kita berhembus. 
Seperti angin yang sepoi, semilir atau yang meniupkan kekuatan besar.
Ataukah kita seperti ombak. 
Bergulung menghantar gelembung-gelembung lalu pecah berserak.

"Aku ingin karang itu pindah di beranda rumahku, agar tak meulu dihempas ombak, kan kuselimuti dia dari angin"

Kita ingin hal yang tak biasa.
Kamu ingin melakukan hal yang luar biasa.

"Biarkan. Karang sanggup melewati itu. Karang menjalani tugas meski harus terhempas"

Dengar saja cerita angin,
Pahami saja tarian ombak.
Sedangkan karang....

Sudah waktunya...
Sudah waktunya kita  pulang...
Telah tiba waktunya kita kembali...

Sudah waktunya kamu mengerti....


***

Selasa, 07 Agustus 2012

Random is Freedom



Belakangan ini banyak orang menghabiskan waktu di sela-sela kesibukan maupun pada saat santai dengan cara berinternet ria. Berselancar di dunia maya yang dengan mudah diakses kapan saja dan di mana pun berada.

Menikmati layanan internet dalam kehidupan sehari-hari barangkali sudah menjadi suatu keharusan di era modern saat ini. Walaupun kata “Modern” itu sendiri sudah mulai dikenal pada sekitar akhir abad 18 atau sekitar awal abad 19 sejak mulainya ditemukan dan diperkenalkan berbagai teknologi canggih, baik itu dari dunia sciene, art, filosofi dan lain sebagainya.

Sinkron



Apa yang kita tangkap dari kata-kata motivasi?

Semangat? Atau malah skeptis. Atau hanya sekedar numpang lewat saja dan tak masuk ke dalam diri kita?

Setiap orang memiliki alasan masing-masing untuk itu. pada dasarnya manusia hanya memelihara ketenangan serta kenyamanan untuk dirinya masing-masing, sepertinya ini sudah menjadi trend dalam kehidupan sekarang, meski banyak juga orang memilih jalan hidup yang berbeda.

Selasa, 29 Mei 2012

JENDELA


Ini pemandangan dari dalam workshop. Halaman, rerumputan dan Rumah tua. Entah, saya juga kurang tahu persis sudah berapa lama rumah ini dibangun, pastinya sudah cukup lama. Yang terlihat dari gambar di atas hanya satu rumah saja apabila dilihat dari jendela workshop kami. Sebenarnya ini berupa sebuah komplek perumahan dari PT Aneka Tambang untuk para karyawannya. Di komplek ini berderet peninggalan rumah-rumah Antam yang masih belum dirobohkan. Setelah Antam menjadi Pasca Tambang, banyak perumahan untuk karyawan yang sudah menjadi puing-puing karena dirobohkan dan lahannya diserahkan ke pemerintah daerah setempat.

Senin, 12 Maret 2012

Bayangan



Seperti kabut yang tak sudah-sudah, bermacam pemandangan terlihat kabus, mata memaksa untuk tetap terjaga, banyak hal yang penting takut terlewati dari pandang. Ah, seakan tak ada lagi yang memikat kini. Semua kurang jelas.

Waktu berjalan semestinya menuju sesuatu. Ke arah yang akan menjanjikan atau sebaliknya. Pasti ada kisah baru, lewat sebuah cerita, lewat sebuah perantara.

Menyadari pentingnya sebuah arti dari renteran kelam yang menyerupai bayangan, bayangan yang mengikuti ke mana kita pergi, bayangan lampau yang seolah tersimpul mati, sehingga untuk membukanya ada suatu kewajiban memutus ikatan yang bersimpul ketat itu.

Ah, hanya bayangan. Bukankah ia tak selalu mengikuti. Dalam gelap ia tak kan ada.

Matikan saja lampu. Hidupkan cahaya Hatimu.


Selasa, 31 Januari 2012

Menjelang Senja