Friday, 24 September 2010

Fermentasi

sepertimu, bait-bait ini acak sejak empat tahun lalu...
aku menciptakan karakter dalam endapan-endapan sunyi,
aku tak membuat tapi tak lupa...
aku atau engkau yang cair....

seseorang bawa aku ke alam nya, aku binasa...

temukan aku ditempat-tempat yang lain....

matahari akan terbenam tidak lama lagi.

tenanglah, tahan saja sebentar nanti serat-seratnya akan menyatu.
kembali lagi kedimensi waktu yang abstrak, ketika seseorang mengetuk pintu kamarku.
"perbaiki tulisanmu ini, endingnya aku tak setuju...."
mata itu merah, ternyata ada tiga pasang dan masing-masing memegang botol cairan kimiawi.
tak perlu dipahami  sebuah kinerja yang akan mempersulit dirimu sendiri.


sudah diendapkan lumayan lama, hingga menjadi zat-zat yang bagiku tak teramat sulit,
"aku mencintaimu tanpa embel-embel"
lagi seseorang masuk dengan mata membunuh, engkau, mereka, kalian tak bisa dihindari.
aku masih  belum punya embel-embel.
tunggu,
sampai aku menjadi etanol, asam laktat atau hidrogen....

Saturday, 18 September 2010

Tepian 2

Ditepian tersebut, arah menunjukan satu kelemahan hati, riak air tenang menghanyutkan pikiran yang masih penuh teka-teki, dia sedang duduk menepi ditepian. 
Untuk ketiga kalinya sendiri, seuntai harapan dipanjatkannya kala itu walau dia tau itu tak mungkin, harapan akan ada bersamanya sosok dua hari lalu yang menemaninya disana, sosok yang berturut-turut hadir disitu dengan senyum yang masih saja teringat dalam benaknya. Hari ini tak mungkin karena sama sekali tak ada janji, tapi senyum orang-orang yang lalu lalang yang dia kenal seperti menertawakan keadaannya, hahh!!! sore yang aneh sekali pikirnya, tapi dia menikmati atmosfer tersebut, dia tersenyum lagi dan tersenyum lagi dan akhirnya pergi.