Wednesday, 31 August 2011

Agustus



Satu bulan berlalu tanpa cerita yang menghiasi langit-langit hati, seolah semua rasa telah habis terkikis oleh hujaman air hujan dari kelopak mata langit, langit yang tinggi saat kepala menengadah dengan hiasana kemilau silaunya cahaya dari Matahari. Kataku tentang sebuah perjalanan hidup, katamu mengenai pencarian Hati, dan kata mereka yang tak pernah ada yang mau mendengarkan lagi, termasuk Aku dan Engkau. Saya dan Kamu. Kita. Yang telah menjadi masing-masing setiapnya. Yang pernah dan sudah. Yang telah dan kalah. Yang masih menyalahkan sebaris kata “Apabila” “Seandainya” “Jika” serta kalimat-kalimat lain yang selalu memberikan setitik sebuah harapan dan kemungkinan.