Friday, 30 September 2011

September (Sebuah Prosa TEntang Mimpi Dan keBERsamaan)



Sewaktu bersandar pada senja, kutebarkan jala dukaku ke lautan matamu. #Neruda
Tak selamanya senja itu indah, secara visual mungkin banyak orang menyukai, bayangkan awan berarak berkejaran pelan, langit berwarna jingga, daun gugur tertiup sepoi angin, dan matahari pelan-pelan turun diiringi kepak sayap burung-burung kembali ke sarang. Perubahan terjadi. Saya menyukai perubahan dan mencintai kenangan. Pada senja yang tak selamanya indah itu, secara diam-diam dalam ingatan, dalam relung palung terjauh degup jantung, ada kenangan yang saya cintai terkunci rapat dan rapi. Mungkin tentang kamu. Barangkali ada baiknya tak mencintai kenangan. Perubahan memang belum tentu menjadikan sesuatu lebih baik, tapi tanpa perubahan tidak akan ada kemajuan. Sedangkan kenangan adalah pintu masa depan.

Penyebab Gemetar




Tanpa disadari semua orang pasti pernah mengalami tubuh yang gemetar, entah karena sedang takut, udara yang dingin atau sakit tertentu. Tapi sebenarnya banyak faktor yang bisa menyebabkan tubuh seseorang menjadi gemetar.

Monday, 26 September 2011

Song "Atas Nama Cinta" ~ Hindra Setya Rini





"Atas Nama Cinta"


Atas nama cinta kusangsikan pemaknaanmu akan sore,
dan lagu-lagu yang kau cipta dalam tidurmu, dan sejuta televisi dalam ingatanmu.
Kau tak pernah mengerti apa aku mengerti.
Kau tak pernah bertanya mengapa aku tak pernah bertanya.

Atas nama cinta hujan yang tebal itu mengikis setiap jejakmu, mengaburkan peristiwa,
menghanyutkan kisah-kisah yang tak pernah jadi kau ceritakan.
Kau tak pernah mengerti apa aku mengerti.
Kau tak pernah bertanya mengapa aku tak pernah bertanya.

Atas nama cinta kuragukan seluruh perkataanmu.
Seharusnya aku memahami bahasa matamu.





[composer: Yennu Ariendra], [vocal: Hindra], [lyric: Andre Andre]

DOWNLOAD

Saturday, 10 September 2011

Ingin Berlabuh Sebelum Jauh

Aku ingin melihat Bulan setiap malam, bahkan ketika awan hitam dan saat Hujan, berpayung dedaunan dan angin melambai. Seketika bukan hanya hendakku yang sementara, bukan pula hanya sebersit menghilangkan sekelumit kisah hidup yang rumit. Aku hanya rindu, aku merasa telah jauh.

Setiap langkah adalah menghindari salah, aku tak ingin kalah, pernah menghindar namun itu yang membuat sadar. Bulan, Bintang, Awan dan apa-apa yang sengit di langit adalah wajahmu. Aku hanya rindu. Rindu yang benci, rindu yang tak pernah bisa bertoleransi.

Ini belum jauh, walau akan. Ini masih bisa, meski siksa.

Lelah. Aku mengumpulkan lelah untuk menjadikannya celah. Agar semua ingar tak lagi terdengar, aku hanya butuh lelah untuk bisa tertidur, pulas, dengan wajah tanpa dosa seperti seorang bayi tertidur dipangkuan Ibu. Menghindari hari-hari rindu, dengan lelah, sampai langit mengalah, memberikan aku rembulan.

Aku ingin melihat Bulan setiap malam. Dengan atau tanpa Hujan. Yang memberikan cahaya elok, yang mengimajinasikan berbagai alasan untuk pulang. Ini hati yang sulit untuk berkongsi, tapi hanya untuk Bulan aku rindu. Ini bukan bualan. 

Malam kian naik pelan-pelan. Lamunku tertuju langit yang menderu, kepak sayap burung malam lenyap, pandangan jauh, emosi merangkak menjadi siksa yang beranak pinak. Di sini, tempat-tempat sepi akrab menari. Jarak selalu mengakrabi dan membuat tersentak, jangan kayuh lagi. Rindu berbisik. Berhentilah peluh. Aku ingin berlabuh sebelum jauh.


Kijang. September 2011

Thursday, 1 September 2011

Walk "Foo Fighters"