Monday, 12 March 2012

Bayangan



Seperti kabut yang tak sudah-sudah, bermacam pemandangan terlihat kabus, mata memaksa untuk tetap terjaga, banyak hal yang penting takut terlewati dari pandang. Ah, seakan tak ada lagi yang memikat kini. Semua kurang jelas.

Waktu berjalan semestinya menuju sesuatu. Ke arah yang akan menjanjikan atau sebaliknya. Pasti ada kisah baru, lewat sebuah cerita, lewat sebuah perantara.

Menyadari pentingnya sebuah arti dari renteran kelam yang menyerupai bayangan, bayangan yang mengikuti ke mana kita pergi, bayangan lampau yang seolah tersimpul mati, sehingga untuk membukanya ada suatu kewajiban memutus ikatan yang bersimpul ketat itu.

Ah, hanya bayangan. Bukankah ia tak selalu mengikuti. Dalam gelap ia tak kan ada.

Matikan saja lampu. Hidupkan cahaya Hatimu.