Friday, 18 January 2013

Karena Kita Adalah Pertanyaan




Membaca karya tulisan orang yang sama bisa jadi memberikan dorongan yang berbeda terhadap diri kita atau bahkan pola pikir yang kita anggap menyerupai. Beberapa dari penulis yang saya baca karya-karyanya, sampai sekarang, sampai saya hapal dan terasa benar-benar terasuki oleh karakter yang dibuat, gaya hidup, cara berfikir dan bertindak seolah memang benar seperti, wah ini menginspirasi. Tanda lainnya bahwa ini yang mengiringi hidup kita.

Sudah Waktunya...



Bebatuan yang mendengar nyanyian angin bercerita.
Pasir pantai yang menikmati tarian ombak berkata.
Semua tentang kehidupan, misteri Tuhan yang harus ditaklukkan.

Kita selalu singgah pada waktu yang membuat gerutu atau gurauan di sudut-sudut kesepian.

Padahal...
Banyak hal yang masih tertinggal di saat kita singgah.
Perihal cerita lalu di balik asap-asap cerutu.
Apakah sebenarnya kita berhembus. 
Seperti angin yang sepoi, semilir atau yang meniupkan kekuatan besar.
Ataukah kita seperti ombak. 
Bergulung menghantar gelembung-gelembung lalu pecah berserak.

"Aku ingin karang itu pindah di beranda rumahku, agar tak meulu dihempas ombak, kan kuselimuti dia dari angin"

Kita ingin hal yang tak biasa.
Kamu ingin melakukan hal yang luar biasa.

"Biarkan. Karang sanggup melewati itu. Karang menjalani tugas meski harus terhempas"

Dengar saja cerita angin,
Pahami saja tarian ombak.
Sedangkan karang....

Sudah waktunya...
Sudah waktunya kita  pulang...
Telah tiba waktunya kita kembali...

Sudah waktunya kamu mengerti....


***